Kamis, 09 Januari 2025

2024 Walking Tour Recap

Tahun 2024 kulalui dengan mengikuti walking tour untuk menambah jam terbang rute pejalan kaki nasional di kawasan Bandung, Semarang dan Surabaya. At least, udah naklukin tiga propinsi di pulau Jawa begitulah harapannya. Diawali dengan mengikuti rute Gedung Sate Omstreken di jantung kota Bandung lanjut dengan mengunjungi rumah ibu Inggit Garnasih melalui Her Story. Sebenarnya udah lama pengin nyoba Her Story bahkan udah sempat daftar tapi cancel karena pilih belanja di pasar baru hehehe sehingga untuk kali ini mau tidak mau it's now or never.
Rute Gedung Sate dimulai dari taman inklusi seputaran GOR Saparua pada suatu pagi di tengah rintik hujan bulan Mei.Begitu syahdu menyusuri jalanan kota Bandung yang cantik dan teduh penuh pepohonan, kawasan perumahan yang dulunya tempat tinggal tuan-tuan dan noni noni Belanda. Sampe sana kita diceritakan sejarah berdirinya gedung putih bertusuk sate itu beserta pernak-perniknya yang membawa kita kembali ke jaman kolonial. Sedangkan untuk rute Her Story sepanjang 2 kilometer diawali dari penjara Benceuy, sekolah kautamaan istri Dewi Sartika hingga kunjungan rumah ibu Inggit. Kisah hidup ibu Inggit dapat kita saksikan melalui foto-foto yang dipajang di rumah tersebut. What a warm and beautiful story.............
Dari Jawa Barat kita bergeser ke Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah dengan memilih rute Kota Lama, City Center dan Multicultural. Tiga rute disabet sekaligus mumpung long wiken lah yaaa.... Sore pertama di kota lumpia itu dilalui dengan menyusuri old town Semarang yang dipenuhi bangunan tua nan megah dengan vibes sangat Belanda sehingga tidak mengherankan jika kawasan ini dijuluki Little Netherland. Setelah puas dengan sejarah kota ini, kita ganti jalur menyusuri jalan Pemuda-Pandanaran untuk menikmati kegiatan warga lokal di alun-alun, taman Indonesia Kaya, berolahraga di Gor Pandanaran, masjid Baiturahman sampe ke pertokoan hits tahun 90-an. Rute ketiga adalah Multicultural dimana kita bisa eksplore kampung pecinaan, Arab dan Belanda. Puas banget dengan kisah 3 budaya tersebut walaupun harus berpanas-panas di tengah teriknya matahari Semarang untuk mengikuti walking tour selama 2 jam.
Jalan-jalan terakhir saat mengunjungi Surabaya dengan mengikuti rute Surabaya Riverside. Kupikir ini rute dari sungai ke sungai hehehe tapi ternyata hanya di sepanjang sungai Kalimas yang penuh dengan bangunan tua beserta cerita di baliknya. Kisah kelam Plaza Surabaya yang dulunya merupakan bekas rumah sakit jaman penyakit kolera di mana kematian mengancam setiap waktu. Kemudian kita menyusuri sungai Kalimas, stasiun Gubeng Lama dan Gubeng Baru. Jadi tahu perbedaan keduanya melalui theme song stasiun tersebut. Jika kita ada di stasiun Gubeng lama lagu yang bakalan kita dengar adalah Surabaya oh Surabaya sedangkan di Gubeng Baru kita bakalan denger Rek Ayo Rek dengan musik yang sangat cheerful. So, 2024 Walking Tour Recap : 1. Gedung Sate Omstreken 2. Her Story: Inggit Garnasih 3. Kota Lama 4. City Center 5. Multicultural 6. Surabaya Riverside

Tidak ada komentar:

Posting Komentar